Cerita KP : Kerja Paksa? Hah? Atau Kerja Penggabutan?!

Penulis : M. Farid Mahfuzh Abrar
Editor : Naomi Silaban

Kerja Paksa? Hah? Atau Kerja Penggabutan?! Kerja Praktik tepatnya.
Tulisan ini saya dedikasikan teruntuk semua adik-adik saya rekayasa hayati 2016 dan seluruh masyarakat yang mungkin bertanya-tanya implementasi dari keilmuan dari Rekayasa Hayati ITB yang saya dapatkan di tempat kerja praktik. Sedikit cerita dari Kawasan Industri, Cikarang.

Mari kita mulai dari tempat saya melaksanakan KP selama 10 minggu ini, terhitung dari tanggal 21 Mei hingga 27 Juli 2018, yakni PT Tripper Nature Bekasi. Silahkan simak cerita sejarah berikut yang saya sadur langsung dari website perusahaan.

(Source : Dokumentasi Pribadi)

“PT TRIPPER NATURE didirikan oleh dua orang bersaudara Francois Bernard, dan Olivier Bernard yang dilahirkan di Grasse, Francis. Perusahaan ini bermula dari inisiatif yang dimiliki Francois saat berkunjung ke Bali untuk memanen biji vanila bersama ayahnya.  Ketika itu Ia melihat peluang untuk menjual vanila tersebut kepada restoran-restoran yang ada di Los Angeles.
Kemudian usaha ini kian berkembang hingga resmi didirikan pada tahun 1992 dan bernama TRIPPER, Inc. Pada tahun 1995, pusat dari perusahaan ini dipindahkan ke Oxnard, California. Seiring berkembangnya industri dalam bidang fragrance and spice, pada tahun 2000 didirikan pabrik yang menangani penggilingan, dan pencampuran kayu manis di Jakarta Timur.   Perkembangan bisnis membuat PT TRIPPER NATURE untuk membuka pabriknya dekat dengan sumber daya alam yang ada, sehingga pada tahun 2004 didirikan pabrik dengan fasilitas ekstraksi di Bali, dan dijadikan sebagai pusat bisnis TRIPPER di Indonesia.
Dengan slogan “We add value at origin”, TRIPPER diharapkan memberikan manfaat bagi sekitar, tidak hanya bagi kostumer tetapi untuk petani, dan seluruh pegawai yang memasok kebutuhan industri di TRIPPER. Sehingga, didirikanlah pabrik kayumanis di Cibitung pada tahun 2011. Hingga kini, TRIPPER menghasilkan berbagai macam produk mulai dari vanilla, kayu manis, kunyit, jahe, biji dan bunga pala, cengkeh, dan produk lainnya tergantung kebutuhan konsumen, dan telah menjangkau pasar di Amerika, Eropa, dan Asia.”

Ya secara simpelnya perusahaan ini adalah perusahaan yang bergerak di bidang spice dan fragrance berbahan alami. “Lah anak RH bisa KP disana?”, mungkin saya dapat memberikan tanggapan “Bisa”. Ya, tentu saja bisa. Justru di awal wawancara, manager HRD juga bersikap sangat terbuka kepada mahasiswa RH. Dikarenakan kebanyakan pegawai dari perusahaan ini berasal dari luar negeri, ya kita semua bisa mengetahui karena apa? Menurut saya pribadi, dikarenakan perusahaan ini tidak mengetahui adanya jurusan seperti Rekayasa Hayati di Indonesia. Dikatakan pun demikian saat saya melakukan mewawancara bersama kedua teman saya, Monica Viola Purba dan Naomi Febrina Silaban. Mereka sangat antusias dengan kehadiran jurusan ini yang dipandang sangat relevan dengan perusahaan mereka.

Untuk para pegawai magang pun kami mendapatkan fasilitas yang lumayan (menurut penulis ya hehe). Disana kami mendapatkan tempat tinggal (rumah/kos-kosan), kendaraan (bergantung pada SIM yang dimiliki, jika memiliki SIM A kamu bisa difasilitasi mobil sekalipun), kemudian masalah Gaji? Untuk pegawai magang tidak diberikan gaji akan tetapi akan diberikan santunan atau berupa bonus ketika dinilai kinerja kita bagus di akhir projek. Saya sendiri tinggal di 1 rumah bersama 2 orang mahasiswa magang dari Universitas Groningen. Ini bagian terpenting menurut saya yaitu suasana perusahaan ini mirip ketika dikejar deadline bersama kaprodi kita tahun ini. Adanya budaya progress report tiap bulan, serta student center learning. Wah.. kehidupan kampus membuat saya beradaptasi dengan cepat. Akan tetapi, jangan takut terlebih dahulu. Lingkungan kerja disini sungguh terbuka untuk komunikasi, dan pengaplikasian yang sangat mungkin dilakukan langsung. Kekeluargaan dari pegawainya juga sangat tinggi. Pada hari jumat di minggu terakhir setiap bulan akan dilaksanakan makan bersama anggota. Sungguh suasana yang nikmat.

Sebelumnya saya sudah memberitahu bahwa perusahaan ini memiliki 3 cabang perusahaan. Ketika wawancara berlangsung, kita diberikan pertanyaan mau ditempatkan dimana dan tentunya opsi proyek apa yang kita dapat. Ohya, perusahaan ini memperkerjakan pegawai kerja praktik base on project. Hal ini diartikan, kita menyanggupi proyek yang perusahaan berikan atau tidak.

 

Untuk saya sendiri saya mendapatkan proyek “Setting up mesin steam sterilisasi untuk mengurangi mikrobiologi yang terkandung di dalam produk dengan tujuan untuk mencapai parameter yang sesuai”. “Lah RH-nya darimana?”. Oke mari kita telaah lebih dalam apa yang saya lakukan selama 2 bulan ini. Saya merekayasa lingkungan hidup dari mikroorganisme yang berada pada kunyit sehingga jumlah mikroorganisme yang ada dinilai aman untuk diolah lebih lanjut. Parameter apa yang sesuai? Lebih lanjut saya mempelajari karakteristik dari kunyit agar memiliki moisture content, dan kandungan minyak atsiri yang paling optimum. Jelasnya saya mengaplikasikan apa yang saya pelajari di kampus seperti mata kuliah pemodelan untuk memodelkan suhu optimum dan waktu optimum steam sterilisasi yang bisa diterapkan pada kunyit dan bakteri agar bakteri yang ada mati dan tentunya perolehan metabolit sekunder yang dimiliki lebih besar, lalu bioseparasi di bagian pengeringan, ada juga perancangan untuk meng-scale up/scale down, dan Praktikum Laboratorium Rekayasa Hayati 2 bagian ekstraksi minyak atsiri, serta pengaplikasikan ilmu dari Biosafety. Kebetulan sekali, tema proyek ini bersesuaian dengan tema penelitian kecil saya sewaktu saya melaksanakan praktikum RH2, serta case study  saya tentang drying di mata kuliah Bioseparasi .

                                                                                                       Running Steam Sterilization
(Source : Dokumentasi Pribadi)

Inokulasi bakteri dari kunyit
(Source : Dokumentasi Pribadi)

Mengenai student center learning, hal ini dikarenakan banyak hal baru yang akan didapatkan dengan sendirinya. Untuk tahap penerimaannya saja terdiri dari dua tahap, yakni wawancara dan pembuatan paper pelaksanaan kerja praktik mengenai metode proyek serta bahan dan alat. Juga ketika ditengah perjalanan kerja praktik misalnya, kita diminta untuk uji kurkumin dari hasil yang didapatkan. Tentunya kita harus mencari lebih lanjut secara mandiri metode yang mungkin dilaksanakan di tempat Kerja Praktik.

Sebagai penutup, mungkin penulis akan memberikan sedikit insight. Untuk kerja praktik mungkin akan terasa melelahkan untuk sebagian orang, atau malah waktu untuk bersenang-senang. Terlepas dari itu semua, kerja praktik mengajarkan pada saya tentang arti berinteraksi satu sama lain, sopan santun, dan etos kerja yang harus dimiliki sebagai seorang manusia. Juga dimana kita harus menghargai waktu untuk digunakan sebaik mungkin, serta untuk berusaha bermanfaat bagi sekitar, mungkin setidaknya bagi pribadi masing-masing. Tinggal kita yang menentukan, mau seperti apa hasil yang akan kita berikan kepada perusahaan dan diri kita sendiri.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *