Sebuah Semangat : HMRH Peduli, Responsif dan Produktif

Himpunan Mahasiswa Rekayasa Hayati (HMRH) ITB di tahun ini mengusung sebuah visi, yaitu “HMRH sebagai Himpunan yang Peduli, Responsif, dan Produktif dalam Menghasilkan Karya Bermanfaat”. Tiga nilai utama, peduli, responsif, dan produktif sangat ingin dimunculkan sebagai platform pergerakan HMRH. Tidak lain, ketiga nilai tersebut sebagai pegangan dalam mencapai tujuan HMRH yang termaktub di dalam AD/ART nya. “Dapat memberikan manfaat yang berkelanjutan terutama dalam bidang rekayasa hayati kepada masyarakat”.

Spirit kepedulian diangkat sebagai perwujudan dari suatu lembaga yang berlandaskan kekeluargaan. Berusaha membangun lingkungan yang saling mengenal, saling mengingatkan saat lupa, saling mendorong menuju kebaikan, dan saling mendukung untuk berkemajuan. Berawal dari sini lah, ke depannya diharapkan akan terbangun suasana yang nyaman untuk menginisiasi pergerakan mahasiswa yang membawa kemanfaatan bagi sesama. Maka dituangkanlah beberapa prinsip ini dalam program kerja eventual maupun rutin. Berusaha mempertemukan tiap pasang mata dan mendorongnya untuk menjalin ineraksi yang baik. Melalui sapaan, salam, dan diskusi-diskusi di dalam himpunan.

Responsif mencerminkan suatu mental pertengahan atau adil dalam bertindak. Menerima informasi dan mengolahnya dengan bijak sebelum menyatakan sikap. Menempatkan segala sesuatu sesuai tempatnya. Berusaha objektif sejak dalam pikiran sebelum mengambil pilihan. Melalui pola pikir responsif ini, anggota HMRH diharapkan dapat menjadi insan-insan yang mampu menjadi penengah dalam berbagai persoalan dan masalah. Menjadi bekal dalam proses menghasilkan karya bermanfaat. Sehingga dapat melihat dengan lebih seksama permasalahan maupun potensi yang ada dari suatu kejadian.

Produktif berarti menghasilkan sesuatu dalam kurun waktu tertentu. Dengan kata lain ada target terukur yang harus dihasilkan secara priodik. Sedangkan berkarya merupakan bentuk nyata dari aktualisasi diri dan mengukuhkan identitas pribadi. Lihat saja para pendahulu kita. Layaknya Newton yang selalu identik dengan gravitasi serta kalkulus, atau Darwin dengan teori evolusinya, sampai Pak Habibie dengan ilmu dirgantaranya. Semangat ini dimunculkan agar anggota HMRH terbiasa menghasilkan karya secara rutin dan berkala. Lewat fasilitas yang diusahakan, seperti Reaktor HMRH. Sebuah wadah untuk mengumpulkan ide, gagasan, karya, inovasi. Hingga akhirnya anggota HMRH bisa mengukuhkan jati dirinya dari karya yang telah dibuat, terutama karya yang dapat bermanfaat dalam wujud apapun (MF).


Penulis: Mochamad Firmansyah//MF (Kahim HMRH 2016/2017)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *