Pelatihan Social Mapping HMRH

PELATIHAN SOCIAL MAPPING HMRH

OLEH: KRISDAYANTI

Sabtu, 13 September 2014 di kampus ITB Jatinangor diadakan pelatihan Social Mapping dengan pembicaranya Bapak Bambang Rudito yang berlatar belakang pendidikan doktor di bidang Antropologi. Sekarang beliau menjadi seorang Pengajar Sekolah Bisnis dan Manajemen Institut Teknologi Bandung (SBM¬ITB) program Sarjana S1, MSM dan MBA. Kegiatan ini merupakan salah satu rangkaian kegiatan “Studi Jatinangor 2014” yang diadakan oleh HMRH (Himpunan Mahasiswa Rekayasa Hayati), divisi Pengabdian Mayarakat. Peserta yang hadir dalam pelatihan Social Mapping ini adalah mahasiswa dari berbagai jurusan dan angkatan yang kuliah di Jatinangor.

Kegiatan “Studi Jatinangor 2014” merupkan suatu kegiatan pemberdayaan masyarakat yang dilatarbelakangi oleh focus mahasiswa, khususnya mahasiswa HMRH, terhadap Tri Dharma perguruan tinggi yang salah satunya adalah pengabdian masyarakat. Selain itu, pengabdian masyarakat membuat ilmu keprofesian yang didapat selama kuliah dapat diaplikasikan secara langsung kepada masyarakat.

Kegiatan pelatihan Social Mapping ini merupakan langkah awal yang dilakuakan sebelum terjun langsung ke masyarakat. Dengan diadakan pelatiahan Social Mapping ini diharapkan mahasiswa mampu melakukan pemetaan sosial, sehingga dalam kegiatan pengabdian masyarakat dapat diadakan secara efektif, tepat guna dan tepat sasaran.

Pada pelatihan ini Bapak BamSM2bang Rudito mejelaskan bahwa untuk bisa terjun ke masyarakat dalam rangka pengembangan masyarakat kita harus mampu mengenal masyarakat yang akan kita kembangkan, agar metode pengembangan yang digunakan efektif dan tepat. Diantara komponen yang harus diketahui dari masyarakat yang menjadi sasaran adalah komunitas local yang mencakup keragaman masyarakat, interaksi sosial, tindakan sosial yang mencakup kebiasaan dan kegiatan masyarakat, dan perkembangan yang terjadi di dalam masyarakat tersebut.

Setelah diketahui komponen-komponen yang telah disebutkan di atas barulah dapat dilakukan tindakan yang tepat terhadap masyarakat sasaran. Namun, secara umum tindakan yang dilakukan di dalam masyarakat diharapakan ke arah pembangunan yang berkelanjutan yang mencakup pembangunan bidang ekonomi, lingkungan dan sosial.

Menurut penuturan Bapak Bambang, metodologi yang dapat digunakan untuk mendapatkan kondisi nyata yang terjadi di masyarakat adalah metode Social Mapping. Dalam metode Social Mapping , identifikasi masyarakat yang dapat dilakukan diantaranya adalah mencatat dan menelusuri institusi sosialnya, membuat forum FGD (Focus Group Discussion) dan mencatat kebiasaan masyarakat. Selain itu perlu diperhatikan juga phenomena sosial yang terjadi di masyarakat, misalnya terjadi sengketa lahan, dsb.Namun secara garis besar,  dalam melakukan metode Social Mapping ini kita melakuakan observasi dalam tiga elemen yaitu tempat, individu/masyarakat serta aktivitasnya.

Dalam pelatihan Social Mapping ini di akhiri dengan sesi tanya jawab. Para mahasiswa begitu antusias dalam sesi ini, terbukti dari banyaknya peserta yang bertanya. Setelah acara di tutup para peserta dan paniti berfoto bersama  dengan Bapak Bambang Rudito.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *