Sepenggal Kisah dan Kenangan (dari) Cibeusi

19 sampai 21 Desember 2016.

Jatinangor, Sumedang.

Tiga hari singkat setelah ujian terakhir di akhir semester ganjil, namun sebelum pulang ke kampung halaman masing-masing, beberapa mahasiswa HMRH mengikuti rangkaian acara Live In, menginap di rumah warga di desa Cibeusi, desa binaan HMRH.

Seperti ulasan pada artikel-artikel sebelumnya, rangkaian Live In ini memang merupakan bentuk dari pengabdian masyarakat (pengmas), sebagai salah satu dari tridharma perguruan tinggi.

Selama tiga hari tersebut, kami disuguhi pemandangan yang indah semenjak kami tiba di sana. Penduduknya pun ramah-ramah. Sungguh hangat sekali sambutan yang diberikan oleh mereka, meski bukan permen mahal dan sirup yang disuguhkan kepada kami, melainkan hasil panen mereka sendiri seperti pisang, ubi, dan lainnya. Tapi tetap saja terasa sangat nikmat.

Hari pertama, kami melakukan silaturahmi dengan beberapa penduduk, sedikit berbasa-basi mengenai keadaan desa Cibeusi, dan menikmati makan malam pertama bersama keluarga inang. (Opak singkongnya sangat enak! Hehe)

Hari kedua adalah dimana rangkaian kegiatan utama yang sudah kami rancangkan sebelumnya dilaksanakan. Dimulai dengan menikmati udara yang segar, pemandangan langit biru dengan semburat jingga dan ditemani matahari terbit di pagi hari, dilanjutkan berkeliling desa, mendaki bukit, melihat kebun kopi dan hutan pinus, memasak bersama Ibu pemilik rumah, membersihkan musholla, dan masih banyak lagi. Sore harinya, kami bermain permainan interaktif dan edukatif bersama dengan anak-anak desa Cibeusi. Permainan ini mengajarkan pentingnya bekerjasama, tidak egois, dan masih banyak lagi. Setelah rangkaian permainan selesai, anak-anak diajak untuk menghias pot tanaman yang selanjutnya akan ditanami dengan bibit tanaman yang sudah disiapkan oleh kami sebelumnya. Tentunya, dengan pengawasan dari kami dan orang tua mereka.

Malam harinya, setelah makan malam bersama keluarga, kami (mahasiswa HMRH peserta Live In) berkumpul bersama pak RT dan beberapa kepala keluarga lainnya untuk mengadakan forum diskusi kecil mengenai hasil panen tanaman-tanaman di Cibeusi, seperti kopi, jahe, singkong, jagung, dan lain-lain, serta mengenai harga jual dan pengolahannya. Dari diskusi tersebut, kami diharapkan dapat mengembangkan potensi hasil panen yang sudah disebutkan agar bisa menjadi suatu produk yang bernilai jual lebih tinggi.

Dan tibalah hari terakhir kami di desa ini. 21 Desember 2016. Bangun di pagi hari dan bersiap untuk meninggalkan desa Cibeusi, serangkaian kegiatan untuk meringankan pekerjaan rumah tangga Ibu inang pun kami lakukan juga. Seperti menyapu, menjaga anak, dan lainnya. Tepat pukul 09.00, kami berpamitan dengan pemilik rumah juga memberikan sedikit apa yang bisa kami berikan, paling tidak sembako sebagai pengganti apa yang sudah kami makan. Tidak lupa, kami berfoto bersama untuk dokumentasi. Sedikit sedih rasanya, ketika melihat ada beberapa anak yang menangisi kepergian kami hahaha. Lalu kami turun, dan sembari menunggu transportasi yang akan mengantarkan kami kembali ke asrama, kami melakukan evaluasi singkat. Akhirnya, angkot pun tiba.

Sudah saatnya kami kembali ke kesibukan kami masing-masing. Sungguh menyenangkan, semoga HMRH dan Cibeusi selalu sukses untuk kedepannya. Dengan demikian, akhir dari semester ini ditutup dengan senyuman. Senyuman akan pengalaman baru, menyambut liburan, dan bersiap untuk semester yang baru. Sampai bertemu kembali.

– – –

Dokumentasi berupa video dapat dilihat di : https://www.youtube.com/watch?v=IOxCZtR6Duo

Dokumentasi berupa foto dapat dilihat di : bit.ly/BadaiLiveIn2016

Cerita selengkapnya dapat dibaca di : -not available yet, coming soon-

 


Tulisan dan foto oleh : Fransisca Felicia T. | 11215033

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *