Empat Pilar Bioteknologi untuk Indonesia

blueprintIndonesia adalah negara mempunyai potensi biodiversity yg sangat melimpah, otomatis bahan baku terbarukan seharusnya menjadi pilar dalam pengembangan industri. Bahan baku terbarukan ini menyimpan potensi tersendiri untuk dikonversi menjadi produk baru, dan produk baru ini diharapkan mempunyai daya saing tinggi di pasaran.

Saat ini sudah banyak berkembang industri berbasis bioteknologi konvensional yang memanfaatkan bahan baku terbarukan. Permasalahannya, industri ini tidak bisa bersaing di pasaran. Hal ini dikarenakan penerapan teknologi yang tidak tepat guna dan kurang efisien sehingga industri ini kalah bersaing industri berbasis bioteknologi modern. Untuk saat ini Bioindustri memang belum bisa dipisahkan dengan Bioteknologi sehingga tidak salah juga kita untuk tahu dan belajar tentang Bioteknologi walaupun bukan cakupan kita.

Siapa tahu ada yg tertarik dan nantinya bisa lanjut S2 atau S3 di bidang bioteknologi 🙂

Mari kita bahas satu persatu ttg Bioindustri, Bioteknologi, dan keterkaitan dengan Bioekonomi.

Kita sekarang berada di abad ke 21- yang merupakan abad Bioteknologi. Saat ini kemajuan teknologi akan sangat dikendalikan oleh aplikasi bioteknolgi yg mempunyai nilai ekonomi sangat tinggi. Bioteknologi dalam artian umum merupakan cabang ilmu yang mempelajari pemanfaatan makhluk maupun produk dr makhluk hidup untuk menghasilkan suatu produk baru, sedangkan Bioindustri merupakan bagian dari bioteknologi yang memanfaatn makhlik hidup maupaun produk makhluk hidup (contoh: enzim) dalam skala industri.

Sebagai informasi, Amerika Serikat kini telah memetakan 4 pilar bidang bioteknologi yang akan mendominasi dunia di masa depan, yaitu : health care, pertanian, industri (energi, katalis), dan lingkungan. Hal ini merupakan sebuah bentuk antisipasi negara adikuasa tersebut di era bioteknologi ini.

Ada studi menyebutkan bahwa perkembangan teknologi informasi akan mengalami stagnasi pada tahun 2020. Indonesia yg mempunyai sumber daya hayati melimpah harus mampu memetakan arah pengembangan bioteknologi ke arah 4 pilar tersebut. Kemudian muncul pertantaan, kenapa arah pengembangan ke 4 pilar tersebut ? Karena 4 pilar ini yg akan mampu menjawab  semua permasalahan dunia saat ini. Diharapkan dengan pengembangan ini Indonesia bukan hanya menjadi target pasar saja, namun juga mampu mengembangkan dan ikut terlibat dalam penguasaan bio-based economy.

Lalu, apa itu bio-based economy ?

Yaitu semua kegiatan ekonomi yang diturunkan dari scientific and research activity yg berfokus pada bioteknologi. Sudah tahu kan? Dalam beberapa dekade terakhir perkembangan biotek sangat pesat dan telah mampu memecahkan persoalan serta memberikan keuntungan di berbagai bidang. Contohnya di bidang kesehatan seperti produksi vaksin, hormon, antibiotik, bahkan terapi gen. Pengetahuan tentang terapi gen mampu menjawab semua keraguan tentang beberapa penyekit yang sulit disembuhkan.

Disamping itu, perkembangan material di bidang kesehatan telah banyak memanfaatkan biopolimer, seperti penggunaan biopolimer untuk benang jahit dalam operasi, karena dianggap jauh lebih aman dan mampu menyatu dengan jaringan sekitar luka. Contoh lain adalah biopolimer dari cangkang telur dan kitosan dari cangkang kepiting yang saat ini sedang ramai dibicarakan. Biopolimer ini banyak kegunaannya yaitu untuk perbaikan tulang, gigi, dan bidang orthopedi.

Dibidang lain, penerapan bioteknologi telah mampu meningkatkan kualitas dan kualitas pertanian, contohnya tanaman tahan hama, tahan stres, tahan kekeringan, tanaman dengan kandungan nutrisi yang tinggi, dan sebagainya. Bioteknologi juga telah mampu menciptakan bibit unggul, varietas tanaman unggul, biopestisida dan pupuk hayati yang ramah lingkungan.

Di Bidang industri, peran bioteknologi mampu menghasilkan sumber energi terbarukan yg efisien dan efektif. Contohnya bioetanol, biodiesel, hidrogen yang berasal dr hasil produksi mikroorganisme. Dalam industri migas, MEOR (Microbial Enhanced Oil Recovery) menjadi salah satu alternatif dalam metode oil recovery. Modifikasi genetik tanaman kelapa sawit telah mampu menghasilkan minyak sawit dengan titik beku yang lebih rendah sehingga cukup potensial sebagai lubricant oil.

Di bidang lingkungan, bioteknologi mampu menciptakan mikroba untuk mengurai tumpahan minyak di laut, bioremediasi, mengurai kandungan logam berat di tanah, serta aplikasi activated sludge.

Selanjutnya bagaimana inovasi terkait empat pilar ini ke depannya ??

Inovasi menjadi sesuatu yang sangat vital dalam sebuah sistem produksi dalam bioindustri. Disamping itu perlu diperhatikan juga faktor yg berperan dalam pengembangan bioindustri, yaitu : Manusia, Modal, Mesin, Metode, Market, dan Material. Selain itu, faktor-faktor lain yang juga menentukan, antara lain: Hukum, Kebudayaan, Demografi, dan Pendidikan yang selalu menjadi masalah klasik

Semoga berguna sedikit tulisan yang ala kadarnya ini J, let’s think and act now, it’s our future for Indonesia.

Salam keprofesian HMRH!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *