BE FAME #4

 

#BESmartWithBEFAME πŸƒ

Rekayasa Hayati (Bio-engineering) adalah disiplin ilmu yang menggabungkan ilmu sains dan teknik. Berdasarkan definisi tersebut, jelas bahwa di rekayasa hayati itu mempelajari dasar-dasar ilmu teknik. Lalu, dasar teknik seperti apa dan gimana sih aplikasinya di sistem produksi yang menggunakan agen hayati?
Mendesain sistem produksi menggunakan agen hayati itu tidak semudah yang dibayangkan loh. Karena pemeran utamanya adalah makhluk hidup, maka dari itu sistem yang dibuat butuh pertimbangan dan perhitungan agar makhluk hidupnya ga stress dan malah mati. Ibaratnya, kita sebagai manusia aja sulit untuk kerja/belajar kalo kondisi lingkungan kita ga mendukung, misalnya terlalu panas, ruangannya pengap dan lain-lain.

Nah, disinilah perannya ilmu dasar teknik untuk mempelajari kondisi seperti apa dan bagaimana yang nyaman untuk makhluk hidup itu produksi. Karena itu, wajib banget ngerti fenomena-fenomena fisik yang terjadi dalam sistem produksi kita itu.

Fenomena fisik seperti apa ya kira-kira?
Contohnya, rekayasa hayati itu mempelajari fenomena-feneomena fisik seperti; sistem perpindahan panas, sistem perpindahan massa, dinamika fluida, dan lain-lain.
Misalnya saja dalam dinamika fluida, salah satu contoh menarik adalah aerasi untuk bioreaktor yang menggunakan medium cair.

Bioreaktor itu singkatnya tempat yang di desain khusus untuk tujuan produksi dan pastinya di dalamnya ada agen hayati yang digunakan. Nah, aerasi ini utamanya digunakan untuk memberikan suplai oksigen bagi agen hayati yang digunakan. Selain itu ternyata aerasi ini juga mempengaruhi persebaran nutrisi dan kerapatan makhluk hidup yang ada dalam wadah tersebut, singkatnya seperti pengadukan.

Biar lebih mudah membayangkan, aerasi yang dibahas disini mirip banget seperti pemberian oksigen berbentuk gelembung-gelembung udara dalam akuarium. Bedanya, aerasi dalam bioreaktor ini harus diatur secara hati-hati, karena perbedaan laju aerasi akan mempengaruhi bentuk gelembung udara yang dihasilkan.

Wah, terus kenapa ya kira-kira sama bentuk gelembungnya?

Faktanya, karakteristik gelembung ini sangat mempengaruhi produktivitas sistem tersebut, bahkan jika pengaturannya tidak tepat dapat menyebabkan agen hayati didalamnya mengalami stress dan mati😨

See, the more you know, the more interesting it will get! See you next week for more fun & educating stuffs! 😍

Content by Duma Doniagara
Poster by Naomi Silaban & Indira Tjokorda

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *