BE FAME #2

#BESmartWithBEFAME

[🌿TAHUKAH KAMU?]

Rekayasa Hayati atau dikenal dengan nama Bio-Engineering (BE) merupakan prodi satu-satunya di ITB dan Indonesia yang bertujuan untuk mengoptimalkan produksi dari living system atau dalam ranah kita ‘tumbuhan’ dengan merekayasa lingkungan untuk menyelesaikan masalah-masalah yang menyangkut dengan tumbuhan, mulai dari makanan, bahan bakar, pakaian, obat-obatan, bahkan sampai ke bahan bangunan loh.

Untuk dapat menghasilkan dan mengoptimalkan tumbuhan yang kita gunakan, kultur jaringan merupakan hal yang wajib dan harus dipahami oleh setiap Bio-Engineer, tapi apa itu kultur jaringan?

Kultur jaringan merupakan gabungan teknik-teknik yang digunakan untuk memproduksi klon-klon dari tumbuhan yang diinginkan sehingga dapat diproduksi dalam jumlah banyak, sejenis dan lebih cepat dewasa.

Selain kultur jaringan, ada juga teknik-teknik lain yang lebih sederhana dan dapat digunakan untuk optimalisasi produk yang diinginkan, seperti penggunaan elisitor. Elisitor merupakan senyawa yang aman, tetapi dianggap sebagai zat asing/alien bagi tumbuhan. Efek dari penggunaan elisitor ini menginduksi tumbuhan untuk memproduksi metabolit-metabolit yang aktif untuk melindungi dirinya, sehingga saat dipanen konsentrasi dari zat tersebut lebih banyak dari kondisi tanpa penggunaan elisitor.

Sampai disini dulu ya kawan-kawan, ditunggu ya info-info berikutnya 😉😘

Poster by Kevin Sumendap
Content by Ferliando

Referensi :

– Bektas, Y. & Eulgem, T. (2015). Synthetic plant defense elicitor. Plant Physiology, 5, 804.
– Bhojwani, S. S. & Razdan, M. K. (1996). Plant tissue culture : theory and practice (revised ed.). Elseiver. ISBN 0-444-81623-2.
– Georgiev, M. I., Weber, J., & Macluk, A. (2009). Bioprocessing of plant cell cultures for mass production of targeted compounds. Applied Microbiology and Biotechnology. 83(5), 809 – 823.

#BESmartWithBEFAME

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *