BE FAME #13

[BIJI KOPI DAPAT MENURUNKAN BERAT BADAN? KOK BISA?😱]

Masih ingat kita pernah membahas mengenai kopi pada BE-FAME sebelumnya? Nah, waktu itu kita bahas dari segi kesehatan minum kopi nih, teman-teman. Tapi itu biji kopi yang sudah disangrai (roasted). ‘Jaman now’ udah bermunculan produk-produk biji kopi hijau, yaitu bubuk biji kopi yang ga disangrai.
Fyi, biji kopi hijau itu aroma kopi-nya ga keluar, aromanya tidak begitu sedap, dan rasanya kalo diseduh juga aneh banget! Beda sama biji kopi yang umumnya kita udah tau selama ini (biji kopi sangrai). Lantas untuk apa diciptakan produk dari biji kopi hijau?
Yuk, kita ulas kehebatan lain dari biji kopi! Siapa sih yang gasuka kopi? Hehe.

Pertama, apa itu biji kopi hijau?
Biji kopi hijau, atau sering disebut oleh petani sebagai “beras”, merupakan biji kopi produk dari hasil pasca panen ceri kopi yang belum sampai tahap sangrai (roasting). Warnanya kehijauan, tergantung dari jenis kopinya. Biasanya wujud ini digunakan untuk tahap penyimpanan biji kopi, tujuannya untuk menjaga senyawa-senyawa prekursor penghasil cita rasa biji kopi ketika nanti disangrai. Kalau langsung disangrai, bisa habis senyawa volatil yang terbentuk sebelum sampai ke tujuan loh gengs! [1]

Kenapa sekarang biji kopi hijau yang diseduh?
Ternyata, setelah diteliti biji kopi hijau memiliki kandungan metabolit sekunder yang unik dan menarik nih, teman-teman! Kandungan tersebut merupakan senyawa fenolik yang disebut sebagai ASAM KLOROGENAT. Meskipun kandungan asam klorogenat juga ditemukan di tanaman lain, uniknya, kandungan asam klorogenat di biji kopi hijau sangat tinggi hingga mencapai 12% dari berat kering biji kopi hijau [2].
Hebatnya lagi, jika dikonsumsi dengan takaran yang tepat, senyawa ini memiliki khasiat positif buat tubuh lho. Pertama, asam klorogenat merupakan senyawa antioksidan, dapat membantu menangkal radikal bebas yang berbahaya bagi tubuh [3].
Dan yang paling penting nih, asam klorogenat mampu menurunkan kadar lemak tubuh alias menurunkan berat badan. Wow! Keren ‘kan?

Ah masa’ sih? Nah teman-teman, terdapat publikasi tahun 2016 yang melaporkan pengaruh konsumsi ekstrak biji kopi hijau ke mencit-mencit yang dibuat mengalami obesitas [4]. Hasilnya, ekstrak biji kopi hijau mampu untuk menurunkan akumulasi lemak tubuh pada mencit! Senyawa yang terkandung dalam ekstrak biji kopi hijau, terutama asam klorogenat, memiliki potensi untuk meregulasi gen dan protein yang berhubungan dengan metabolisme lemak tubuh di hati dan jaringan adiposa putih. Artikel lainnya juga mengulas kumpulan publikasi yang telah membuktikan hal tersebut dan menyimpulkan ekstrak biji kopi hijau memiliki potensi untuk menurunkan obesitas [5].

Jadi kesimpulannya, biji kopi hijau ini ternyata bermanfaat untuk yang lagi ingin menurunkan berat badan, nih. Biji kopi hijau dapat dijadikan bioproduk jenis functional food atau diisolasi senyawa asam klorogenat-nya menjadi fine chemical, dua dari 7F yang dipelajari di jurusan Rekayasa Hayati. Jadi makin cinta deh sama kopi! Tertarik buat coba, gengs?
Yuk, kita ngopi! ☕️
————
Terima kasih sudah membaca artikel ini. Masih banyak info-info menarik yang bakal kita siapin di BE-FAME, stay tuned! 🙂

Content by Abdurrahman Adam (11214001)
Poster by Felicia Tejo (11215033)

#BESmartWithBEFAME 🍃
————
Referensi:

[1] Clarke, R. (1987). Grading, Storage, Pre-treatments and Blending. In J. Vincent, Coffe vol.2: Technology (pp. 35-58). Essex: Elsevier Science Publisher, LTD.

[2] Esquivel, P., & Jiménez, V. (2012). Functional properties of coffee and coffee by-products. Food Research International, 46, 488-495.

[3] Ramalakshmi, K., Kubra, I. R., & Rao, L. J. (2008). Antioxidant potential of low-grade coffee beans. Food Research International, 41, 96-103.

[4] Choi, B.-K., Park, S.-B., Lee, D.-R., Jin Lee, H., Jin, Y.-Y., HwanYang, S., & Suh, J.-W. (2016). Green coffee bean extract improves obesity by decreasing body fat in high-fat diet-induced obese mice. Asian Pacific Journal of Tropical Medicine, 9(7), 635-643.

[5] Kelleni, M. T. (2017). Benefits of Green Coffee Beans Extract in Health and Obesity. SF Obesity Res J, 1(1), 1-2.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *